Ratna's posts with tag: voss 2007
| Start: | Jun 21, '09 | | End: | Jun 26, '09 | | Location: | Instituto il Carmelo, Sassone, Rome, Italy |
Super VOSS is an international symposium with the participation of alumni and faculty of the Vatican Observatory Summer Schools (VOSS). This Super VOSS will be the third after the same event held in 1998 and 2002. ~~~~~ Sebagai alumni VOSS pengen deh hadir di Super VOSS (ke Italia lagi gitu loh! dan pastinya ketemu astronom-astronom keren), tapi... perhaps next Super VOSS deh :) Amien.
|  | Pulang, ya? Aku masih tidak percaya harus pulang ke Indonesia hingga akhirnya pesawat lepas landas. Arrivederci Italia! Mudah-mudahan bisa hadir pas super VOSS 2009. Amien. |
|  | Usai wisuda, aku pulang ke hotel bareng Sarah Bryan, yang sepertiku merasa tidak rela program summer school berakhir malam itu. Mauku sih berminggu-minggu lagi hehehe. Tapi apa daya. Maka, kami pun berikrar sehidup semati eh berjanji akan bangun pagi-pagi dan menyusuri seputar Castel Gandolfo.
Tiba di hotel, jam sarapan baru saja mulai. Aku langsung memesan espresso untuk melawan beratnya kepala dan mata akibat kurang tidur semalam. Begitu kami selesai sarapan, pelayan yang bertugas memanggil kami berdua ke tempat yang tamu lain yang ada di tempat makan tidak bisa melihat ke arah kami. Lalu, dia memeluk kami berdua dan mengucapkan salam perpisahan. Whua, nggak nyangka! Padahal siapalah kami ini.... Kalau ada waktu dan kesempatan ke sana lagi, pengen ketemu sama signorina itu deh. |
|  | Program berakhir dengan baik. Kami diwisuda.
Usai wisuda yang dilangsungkan dengan sederhana namun khidmat, kami makan malam bersama. Ketika kembali ke palace rasanya semakin berat berpisah. Esok hari tidak akan lagi memasuki gerbang palace dengan tergopoh-gopoh menuju kelas. Betapa ruang kelas akan sunyi, tidak lagi menikmati pasta atau pizza di teras yang mengahdap danau sambil ngobrol, tidak lagi naik-turun menggunakan lift antik, tidak lagi memenuhi perpustakaan untuk mengerjakan tugas atau sekadar cek e-mail.... tidak lagi ngantri di laundry room.... tidak lagi mendengar dentangan lonceng setiap 15 menit sekali.... |
|  | Di buku tamu yang kelihatan sekali antiknya, tercantum naam-nama berikut. Hayoo, terutama yang astronom (termasuk astronom murtad), kenal kan.. kan...? Tapi, kalau yang IRAF (foto terakhir) itu ada di perpustakaan. |
|  | Beteeee. Tugas nggak kelar2. Susaah banget ngumpul satu kelompok. Pacaran mulu sih :p Ada beberapa murid yang sepakat renang di Danau Albano. Ikutan, ah. Padahal nggak bisa renang hahahahahaha. Pengen main air saja sih intinya. Setelah melihat situasinya, rada menyesal nggak bawa baju renang. Kan bisa pegangan terus ke ban selama nyemplung di danau.... Ya sudah lah gpp, belum siap mental juga pake baju renang pink mencrang di hadapan khalayak :p Akhirnya duduk2 di tepi boat dan kaki dicelupkan ke danau. Dingiiiiin.... |
|  | Aaaaargh, sudah berasa beratnya pulang ke Indonesia. Berusaha memanfaatkan waktu yang tersisa. Bermain bola, leyeh-leyeh di beranda, makan malam bersama, menikmati gelato rasa lemon dan satu rasa yang belum pernah kucoba, diskusi tentang uang dan agama. Sudah tidak ada kelas malam, benar-benar menikmati jam demi jam bersama bersuka ria :p |
|  | Yah, namanya juga di Italia. Makannya pasta, pasta, pasta, pizza.... Untungnya enak-enak hihihihihi |
|  | Lapar, lapar, sesudah kelas malam. Entah bagaimana jadi sepakat makan di restauran Alfredo. Saat itu masih minggu awal sekolah. Aku masih malu-malu. Kegiatan saling memotret jadi mencairkan suasana. Tata letak dan keramahan pemilik restauran pun ikut membangun keakraban dan kehangatan. |
|  | berhubung nggak pake teleskop yaa hasilnya so so... |
|  | Ngapain aja sih selama summer school? Belajar doooong hohohohoho. Ah, nggak juga... Saatnya belajar ya belajar, saatnya main ya main, saatnya makan es krim ya makan es krim hihihihihi. |
|  | Nggak kok, nggak... bener deh :p Ini foto-foto yang diambil teman-teman baik dengan izin maupun tidak.
Foto 1: Sebelum menghadiri Pope audience, di pelataran St. Pieter Basilica. (Michele Bannister, NZ) Foto 2: Ketauan lagi tidur pas dengerin ceramah di villa Galileo. Ah, kayaknya kebetulan pas merem deh :p (Michele Bannister, NZ) Foto 3: Pasti ada yang lagi moto dari sisi lain tapi aku nggak ingat siapa. (Michele Bannister, NZ) Foto 4: Anak nongkrong hihihihihihi. Di belakang itu sumur. (Michele Bannister, NZ) Foto 5: Katanya pas lagi jalan-jalan di Roma. Nggak ingat... Pokoknya pada suatu siang pas ngantri makan siang tiba-tiba Tijl Kindt (Belgium) yang menekuni fotografi colek-colek, "Hey, Ratna! I have a nice picture of you." Trus pas hari yang lain ceweknya nanya, "Udah lihat belum? You look so beautiful." Jadi penasaran. Trus dikasih lihat sama Tijl. Jreng-jreeeeeng! Ternyata begini toh. Nggak nyangka ternyata dimasukin ke portofolio punya Tijl *blush* |
|  | Castel Gandolfo bukanlah kota yang besar. Luasnya bisa dijelajahi dengan jalan kaki. Saya belum menjelajah ke segala penjuru sih, paling sekitar palace dan Danau Albano. Kalau siang matahari musim panas bersinar cerah. Kalau malam jalanan bernuansa keemasan. |
|  | Yak, inilah tempat sekolahnya: Vatican Observatory. Lokasinya di Castel Gandolfo, Pope's summer residence. Kelihatannya terdiri dari 3 lantai ya? Sebenarnya ada 5 lantai. Ajaib kan... Sayap kiri khusus untuk kepausan. Sayap kanan digunakan untuk kegiatan astronomi, termasuk asrama jesuit astronomers. Nah hanya daerah situ yang boleh kami akses, minus lantai 2 dan 3: asrama jesuit. Gedung atau tepatnya kastil ini tidak bisa dimasuki secara bebas oleh orang umum. Kami yang murid dan staf saja ketika 2-3 hari pertama diperiksa identitas dulu sebelum melewati gerbang. Oh, nggak seseram pemeriksaan di bandara kok. Cuma menunjukkan name badge yang sudah dibagikan untuk masing-masing nama yang sudah terdaftar.
Kalau sudah lewat jam 3 kami nggak bisa masuk lewat gerbang utama padahal ada kelas malam. Untungnya kami dikasih "magic key" yang tidak boleh diberikan pada orang lain. Seriously! Yang lebih seru lagi di dalam kastil kami ini berada di wilayah hukum Vatican, tapi begitu melangkahkan kaki keluar, kami berada di wilayah hukum Italia. Lucu ya, keluar masuk dua teritori dengan "magic key" ;)
Menurutku yang paling terasa antiknya adalah tangga melingkar dan lift. Kalau sudah selesai dipakai harus ditutup kedua pintunya. Kalau tidak, orang lain tidak bisa memanggilnya. Hahahaha, pernah tuh ada yang lupa nutup rapat-rapat dua pintu lift, jadi yang mau pakai marah2 deh dan terpaksa lewat tangga melingkar. Mending kalau mau turun... kalau naik? Cyape deeh... |
|  | 1 & 2: Anak-anak yang kutemui di hari pertama di Castel Gandolfo di resto-nya Alfredo. Si bocah menatapku terus (apa karena penampilanku terlihat asing?). Jadilah kusenyumi dan kupotret. Lalu, hasilnya kutunjukkan pada mereka. Si bocah tampak gembira (?0 dan mengatakan sesuatu dalam bahasa Italia (yang tentu saja!) tidak kumengerti. Sekali lagi aku cuma senyum-senyum nggak jelas :p
3: Bocah-bocah anggota kelompok paduan suara. Hari itu, hari aku diwisuda, ada lomba paduan suara di piazza di depan sekolah. Kostumnya unik-unik. Salah satunya mereka. Jadilah kuminta mereka bertiga berpose. Sebenarnya karena si bocah yang paling kanan lucu sih hahahaha >:) |
|  | Venus terlihat lewat di belakang Bulan (okultasi). Dan itu berlangsung sekitar 1 jam. Ada observasi di sekolah. Yippi!
Zeiss Refractor dipakai untuk mengintip Venus yang akan menuju "persembunyian" sementara sementara Zeiss Double Astrograph digunakan untuk merekam even ini. Fernando punya video-nya. Waktu masih di sana (dengan bandwidth yang lebar tentunya) saya berniat mengunggahnya di multiply tapi tidak bisa karena ukuran file-nya terlalu besar, melebihi yang dibolehkan oleh multiply. Ya suds... kalau foto bisa di-resize, lha kalau movie bagaimana caranya ya? |
|  | Hari itu saya merasa goblok sekali. Setelah pergi ke Ostia Antica ternyata piknik dilanjut ke pantai! Hah! Jadi rupanya saya sudah salah mengerti. Di papan pengumuman di dekat tangga ke kelas katanya acara sesudah ke Ostia Antica memang dirahasiakan sih. Tapi, umumnya para siswa sudah bawa perlengkapan ke pantai. Hikhikhik. Boku wa baka! Jangankan baju renang, sendal pun tak bawa.
Untungnya ada objek lain: kastil. Tapi kastilnya lagi tutup :( Masih di lingkungan kastil ada museum maritim. Tapi belum buka sebelum jam 4 kalau nggak salah sementara waktu itu masih jam 2-an. Untungnya lagi dua kawan saya, Tereza dari Checz Republic dan Lisseth dari Peru, juga tidak berenang. "I will die if I go swimming," kata Tereza. Akhirnya, kami bertiga duduk-duduk di pasir pantai beralaskan handuk yang dibawa Tereza dan di bawah naungan payung kecil saya. Hehehe, tampak aneh di tengah lautan manusia yang pakai bikini :D Heuh! Kan sudah ke salah satu pantai di Italia, rugi dong kalau nggak merasakan airnya :p Ya suds, kami bertiga bergantian nyemplung ke air.
Karena bosan, kami meninggalkan pantai dan berteduh di kafe. Eeeh, ketemu Nestor, kawan dari Mexico. Lumayan lah, sambil menunggu yang pada berenang selesai kami berbincang santai. Oh, jadi sedikit berat sih sampai akhirnya waktu makan es krim tiba hehehe. Slrrrp! Tapi sebelumnya lihat-lihat tempat restorasi dulu aaah...
P.S: kalau banyak foto-foto saya, tanyakan saja pada Lisseth :p |
|  | Awalnya foto-foto di sini mau digabung saja di album Ostia Antica, tapi kok banyak, jadi ya dibikin album sendiri. "Nggak di Bosscha, nggak di Italia, motonya kok bunga," kata Agus. Kalau Njam pasti bilang, "Kamu ini astronom apa ahli biologi?" Saya akan jawab, "Astrobiologi". |
|  | Seminggu setelah ke Florence, sekolah mengadakan Saturday trip. Pilihannya ada dua: ke pantai atau ke Ostia Antica. Ternyata sebagian besar murid ingin pergi ke Ostia Antica, semacam kota pelabuhan di jaman dahulu kala. Saya sudah nggak bisa berkata apa-apa lagi mengenai reruntuhan bangunan ini. Masih terlihat keteraturan bangunan kota dan fungsinya. Waktu 2 jam tidak cukup untuk mengeksplor detail-detail bangunan di sini. Atau saya yang terlalu lambat berjalan dan keasyikan motret seperti biasa? Aaaah, lebih baik lihat foto-fotonya saja hehehe. |
 Besok hari terakhir sekolah dan Sabtu siang saya terbang pulang ke Indonesia. Ihik. Sedihnya mulai terasa. Ku tak rela, tak rela... ini berakhir. Kenapa justru di saat mulai terbiasa - terbiasa dengan makanan, terbiasa dengan bahasa, terbiasa gembira dan stres bersama teman-teman - kok malah saatnya pulang tiba.
Tadi ngobrol sama Dante. Alaaah, ngobrol. Dianya yang nanya atau cerita. Aku kan pendiam dan pemalu cenderung autis, jadi cuma jawab pertanyaan dia atau dengerin ceritanya aja :p Dante bilang dulu waktu dia jadi murid VOSS, setelah sekolah selesai, dia dan temannya dari India jalan-jalan sekeliling Italia. Tanpa uang. Ke Venesia pun tanpa menginap. Duh, kenapa saya dulu iya-iya aja dengan jadwal penerbangan yang mepet begitu. Huhuhuhu. Ah, tapi kalau tinggal lebih lama pasti lebih berat lagi untuk berpisah. Ya tak, ya tak? *berusaha memanipulasi penyesalan*
Well, anyway, hari ini tetap senang dong. Bisa kuliah pagi tanpa ketiduran di kelas. Horeee! Morning lecture I masih diisi oleh Didier Queloz. Di menit 20 akhir dia memberi kuis. Beneran kuis loh: ada pertanyaan dan hadiah untuk yang bisa jawab. Secara acak dia menunjuk siapa saja murid yang "beruntung" itu. Biar ketauan siapa yang ketiduran di kelas dan melewatkan pelajaran ceunah. Hahahaha. Mampus gue! Saya kan suka ketiduran di kelas. Dodol banget memang. Justru di saat yang memberi kuliah itu idola saya, kok saya malah ketiduran. Kepagian sih kuliahnya.... *ngeles* Lho, bener, soalnya morning lecture II saya jarang ngantuk. Apalagi evening lecture. Mata terbuka lebaaaaaar hekhekhek. Jam biologisnya berubah nih kayaknya. Pernah ketauan juga sama idola. Pas break kuliah, saya sandaran ke kursi di depan saya. Rasanya capek banget. Trus ditanya sama idola, "Are you tired?". "Pretty," jawab saya dengan suara lemah. Tau-tau teman di sebelah saya ke-GR-an ditanya nyeletuk, "I stayed late until 4, but I'm not tired now." Hah! Betapa kontrasnya dengan saya. Jadi nggak enak hati....
Kembali ke kuis. Dalam hati kecil saya juga pengen dong bisa jawab pertanyaan. Dapat hadiah dari idola siapa sih yang nggak seneng. Tapi, pertanyaan pertama yang diterima Michele sangat teknis sekali dan saya agak-agak lupa mengenai hal itu. Grogi deh. Pertanyaan ke-2 hingga ke-4 gampang sebenarnya tapi bagaimana menjelaskannya ya. Kalau grogi bahasa Inggris saya jadi kacau. Akhirnya tinggal satu pertanyaan terakhir. Idola berkeliling mencari dan ,"a-ha! kamu sepertinya ingin menyembunyikan diri." Hah! Gue! No! Maksud saya, saya tidak bermaksud bersembunyi. Cuma melingkupi tangan saya yang kedinginan karena AC dengan sweater. Ya suds. Tidak ada gunanya mengelak tuduhan. Toh saya harus menjawab pertanyaan yang diajukan. Pertanyaannya adalah kenapa susah ngamat transit planet Neptunian dari Bumi dan bintang seperti apa yang sebaiknya kita amati untuk melihat transit tadi. Alhamdulillah, nggak susah-susah amat sih. Kata dia, "jadi kamu menangkap pelajaran dengan sempurna." Hihihhihi, ah, Didier, jadi pengen malu... kalau nggak bisa jawab lebih malu lagi soalnya kan riset saya kan nggak jauh-jauh dari situ... Dan, horeee! Dapat hadiah deh! Akhir yang sempurna. Bukankah begitu? ;)
Pas coffee break Didier dan Dante ngobrol. Salah satunya membahas kuis tadi. Kata Didier it's good to summary the lecture.... I think they were sleepy and tired tapi ternyata tetap siaga. Hahahaha. Ah, jadi malu....

| |