Ratna's posts with tag: foto
Link: http://nielsen.sp01.ab-webspace.de/index.php?link=news&lang=1Judulnya serem ya. Ini web punya nona Jerman yang nyentrik. Nemu web ini dari Universe Today yang membahas salah satu karyanya yang mencitrakan bulan dan matahari dilihat dari kutub utara. Enjoy!
P.S. Ceunah beberapa karyanya dihasilkan dari suatu program. Versi freeware bisa diunduh dari link yang disebut di webnya. Berhubung masih males menelusuri apalagi mengunduk freeware tadi, sementara aku kasih link Mbak Inge ini dulu :D
Link: http://www.twanight.org/newTWAN/index.aspThe World At Night (TWAN) is a new program that will produce and present a collection of stunning photographs and time-lapse videos of the world’s most beautiful and historic sites against the nighttime backdrop of stars, planets and celestial events. The eternally peaceful sky looks the same above all the landmarks and symbols of different nations and regions, attesting to the truly unified nature of Earth as a planet rather than an amalgam of human-designated territories. (Excerpted from the site) ***** Keren-keren fotonya... really make me realize the grandeur and the beauty of night sky. Hmmm, some pics remind me the time when I caught the moon over Castel Gandolfo. A tranquil and solitude moment.... :)
|  | Tanggal 7 dini hari kami kembali ke Semarang. Masih ada waktu sekitar 1 jam sebelum KA Fajar Utama Semarang berangkat. Nggak bisa keliling kota Semarang lah. Jadi, harus puas dengan seputar St. Tawang. Mana masih sepi, nggak ada penjual makanan khas daerah yang menjajakan dagangannya. Yah, agak nggak puas sih. Hunting foto nggak jadi, wisata kuliner apalagi :( |
|  | 5 Juni adalah hari yang kutunggu-tunggu. Berminggu-minggu ber-mood main, main yang jauh. Dan akhirnya pernikahan Vitta bisa jadi alasan untuk jalan-jalan jauh. Nggak tanggung-tanggung, ke Juwana, di pesisir utara sana. Berdua dengan Lina naik kereta sampai Semarang kemudian dilanjutkan dengan bus jurusan Surabaya. Menurut Vitta lebih cepat kalau naik bus jurusan Surabaya daripada bus jurusan Pati-Juwana.
Malamnya kami main ke rumah Mbak Dwi. Berempat naik dalam 1 becak. Bukan maksud kami mengeksploitasi tenaga tukang becak, melainkan tukang becaknya sendiri yang nyuruh kami berempat naik ke 1 becak saja. Dan, kami pun menikmati suasana alun-alun Juwana di malam hari :) |
|  | Kemarin dikasih temanku oleh-oleh kacang bali. Yang menarik adalah kemasannya. Seketika aku ingar Umar dengan bungkus-wajit-bergambar-foto-Hj. Romlah-nya.
Kata temanku itu, foto yang terpampang adalah neneknya temannya temanku itu. Tentu saja ketika sang nenek masih muda. Apakah Nek Rahayu ini masih hidup dan terus meneruskan usahanya? |
|  | Jalan-jalan-bersama pertama anak-anak Litbang BMG. Heuh, kayak jaman kuliah aja. Jalan-jalan-bersama pertama ke kebun binatang!
Acara tambahan: makan siang bersama, rujakan, tukar kado, dan curhat. Curhat belum selesai tiba-tiba BRRREZZZZ... Hujan deras! Selamatkan diri masing-masing! Bubar deh. Begitu hujan reda, kami pun pulang. Padahal belum naik sepeda, belum liat jerapah, belum liat eland, belum naik bebek-bebekan... :p |
|  | Bersama-sama beberapa teman se-Litbang pergi ke Green-Fest di Parkir Timur Senayan, festival tentang global warming. Konsep acara bagus. Display dan keterangan-keterangan yang ditampilkan langsung ngena, tapi.... sampah bekas bungkus makanan kok berserakan??? Di event kayak gini??? OMG!
Display-nya nggak diunggah. Foto-foto kita aja yang banci kamera hahahaha. |
|  | Pulang, ya? Aku masih tidak percaya harus pulang ke Indonesia hingga akhirnya pesawat lepas landas. Arrivederci Italia! Mudah-mudahan bisa hadir pas super VOSS 2009. Amien. |
|  | Usai wisuda, aku pulang ke hotel bareng Sarah Bryan, yang sepertiku merasa tidak rela program summer school berakhir malam itu. Mauku sih berminggu-minggu lagi hehehe. Tapi apa daya. Maka, kami pun berikrar sehidup semati eh berjanji akan bangun pagi-pagi dan menyusuri seputar Castel Gandolfo.
Tiba di hotel, jam sarapan baru saja mulai. Aku langsung memesan espresso untuk melawan beratnya kepala dan mata akibat kurang tidur semalam. Begitu kami selesai sarapan, pelayan yang bertugas memanggil kami berdua ke tempat yang tamu lain yang ada di tempat makan tidak bisa melihat ke arah kami. Lalu, dia memeluk kami berdua dan mengucapkan salam perpisahan. Whua, nggak nyangka! Padahal siapalah kami ini.... Kalau ada waktu dan kesempatan ke sana lagi, pengen ketemu sama signorina itu deh. |
|  | Program berakhir dengan baik. Kami diwisuda.
Usai wisuda yang dilangsungkan dengan sederhana namun khidmat, kami makan malam bersama. Ketika kembali ke palace rasanya semakin berat berpisah. Esok hari tidak akan lagi memasuki gerbang palace dengan tergopoh-gopoh menuju kelas. Betapa ruang kelas akan sunyi, tidak lagi menikmati pasta atau pizza di teras yang mengahdap danau sambil ngobrol, tidak lagi naik-turun menggunakan lift antik, tidak lagi memenuhi perpustakaan untuk mengerjakan tugas atau sekadar cek e-mail.... tidak lagi ngantri di laundry room.... tidak lagi mendengar dentangan lonceng setiap 15 menit sekali.... |
|  | Di buku tamu yang kelihatan sekali antiknya, tercantum naam-nama berikut. Hayoo, terutama yang astronom (termasuk astronom murtad), kenal kan.. kan...? Tapi, kalau yang IRAF (foto terakhir) itu ada di perpustakaan. |
|  | Beteeee. Tugas nggak kelar2. Susaah banget ngumpul satu kelompok. Pacaran mulu sih :p Ada beberapa murid yang sepakat renang di Danau Albano. Ikutan, ah. Padahal nggak bisa renang hahahahahaha. Pengen main air saja sih intinya. Setelah melihat situasinya, rada menyesal nggak bawa baju renang. Kan bisa pegangan terus ke ban selama nyemplung di danau.... Ya sudah lah gpp, belum siap mental juga pake baju renang pink mencrang di hadapan khalayak :p Akhirnya duduk2 di tepi boat dan kaki dicelupkan ke danau. Dingiiiiin.... |
|  | Aaaaargh, sudah berasa beratnya pulang ke Indonesia. Berusaha memanfaatkan waktu yang tersisa. Bermain bola, leyeh-leyeh di beranda, makan malam bersama, menikmati gelato rasa lemon dan satu rasa yang belum pernah kucoba, diskusi tentang uang dan agama. Sudah tidak ada kelas malam, benar-benar menikmati jam demi jam bersama bersuka ria :p |
|  | Yah, namanya juga di Italia. Makannya pasta, pasta, pasta, pizza.... Untungnya enak-enak hihihihihi |
|  | Lapar, lapar, sesudah kelas malam. Entah bagaimana jadi sepakat makan di restauran Alfredo. Saat itu masih minggu awal sekolah. Aku masih malu-malu. Kegiatan saling memotret jadi mencairkan suasana. Tata letak dan keramahan pemilik restauran pun ikut membangun keakraban dan kehangatan. |
|  | berhubung nggak pake teleskop yaa hasilnya so so... |
|  | Nggak kok, nggak... bener deh :p Ini foto-foto yang diambil teman-teman baik dengan izin maupun tidak.
Foto 1: Sebelum menghadiri Pope audience, di pelataran St. Pieter Basilica. (Michele Bannister, NZ) Foto 2: Ketauan lagi tidur pas dengerin ceramah di villa Galileo. Ah, kayaknya kebetulan pas merem deh :p (Michele Bannister, NZ) Foto 3: Pasti ada yang lagi moto dari sisi lain tapi aku nggak ingat siapa. (Michele Bannister, NZ) Foto 4: Anak nongkrong hihihihihihi. Di belakang itu sumur. (Michele Bannister, NZ) Foto 5: Katanya pas lagi jalan-jalan di Roma. Nggak ingat... Pokoknya pada suatu siang pas ngantri makan siang tiba-tiba Tijl Kindt (Belgium) yang menekuni fotografi colek-colek, "Hey, Ratna! I have a nice picture of you." Trus pas hari yang lain ceweknya nanya, "Udah lihat belum? You look so beautiful." Jadi penasaran. Trus dikasih lihat sama Tijl. Jreng-jreeeeeng! Ternyata begini toh. Nggak nyangka ternyata dimasukin ke portofolio punya Tijl *blush* |
|  | Castel Gandolfo bukanlah kota yang besar. Luasnya bisa dijelajahi dengan jalan kaki. Saya belum menjelajah ke segala penjuru sih, paling sekitar palace dan Danau Albano. Kalau siang matahari musim panas bersinar cerah. Kalau malam jalanan bernuansa keemasan. |
|  | Yak, inilah tempat sekolahnya: Vatican Observatory. Lokasinya di Castel Gandolfo, Pope's summer residence. Kelihatannya terdiri dari 3 lantai ya? Sebenarnya ada 5 lantai. Ajaib kan... Sayap kiri khusus untuk kepausan. Sayap kanan digunakan untuk kegiatan astronomi, termasuk asrama jesuit astronomers. Nah hanya daerah situ yang boleh kami akses, minus lantai 2 dan 3: asrama jesuit. Gedung atau tepatnya kastil ini tidak bisa dimasuki secara bebas oleh orang umum. Kami yang murid dan staf saja ketika 2-3 hari pertama diperiksa identitas dulu sebelum melewati gerbang. Oh, nggak seseram pemeriksaan di bandara kok. Cuma menunjukkan name badge yang sudah dibagikan untuk masing-masing nama yang sudah terdaftar.
Kalau sudah lewat jam 3 kami nggak bisa masuk lewat gerbang utama padahal ada kelas malam. Untungnya kami dikasih "magic key" yang tidak boleh diberikan pada orang lain. Seriously! Yang lebih seru lagi di dalam kastil kami ini berada di wilayah hukum Vatican, tapi begitu melangkahkan kaki keluar, kami berada di wilayah hukum Italia. Lucu ya, keluar masuk dua teritori dengan "magic key" ;)
Menurutku yang paling terasa antiknya adalah tangga melingkar dan lift. Kalau sudah selesai dipakai harus ditutup kedua pintunya. Kalau tidak, orang lain tidak bisa memanggilnya. Hahahaha, pernah tuh ada yang lupa nutup rapat-rapat dua pintu lift, jadi yang mau pakai marah2 deh dan terpaksa lewat tangga melingkar. Mending kalau mau turun... kalau naik? Cyape deeh... |
|  | 1 & 2: Anak-anak yang kutemui di hari pertama di Castel Gandolfo di resto-nya Alfredo. Si bocah menatapku terus (apa karena penampilanku terlihat asing?). Jadilah kusenyumi dan kupotret. Lalu, hasilnya kutunjukkan pada mereka. Si bocah tampak gembira (?0 dan mengatakan sesuatu dalam bahasa Italia (yang tentu saja!) tidak kumengerti. Sekali lagi aku cuma senyum-senyum nggak jelas :p
3: Bocah-bocah anggota kelompok paduan suara. Hari itu, hari aku diwisuda, ada lomba paduan suara di piazza di depan sekolah. Kostumnya unik-unik. Salah satunya mereka. Jadilah kuminta mereka bertiga berpose. Sebenarnya karena si bocah yang paling kanan lucu sih hahahaha >:) |
| |