Ratna's posts with tag: film
Link: http://www.007.com/Web-nya film terbaru agen 007: Quantum of Solace, film yang aku tunggu-tunggu hanya karena salah satu setting filmnya di Paranal, Chile, lokasi teleskop VLT (Very Large Telescope) milik ESO - salah satu situs impian. Seandainya nanti jadi astronom keren pengen deh observasi di sana (selain di Mauna Kea tentunya...) :D
Film ini dirilis di UK tanggal 31 Oktober ini dan di Indonesia tanggal 5 November (Rabu). Mumpung babe nggak ada, nonton yuuuuuuk! :D
| Start: | Jun 18, '08 | | End: | Jun 24, '08 | | Location: | Kineforum Studio 1 - Studio 21 TIM, Cikini, Jakarta Pusat |
Italian Institute of Culture Jakarta in collaboration with Kineforum and Jakarta Art Council will screen 6 Italian box office movies. Menurut bocoran salah satu anggota milis pelajar Indonesia di Italia akan ada satu presentasi spesial sebelum pemutaran film "Lezioni di volo" (disutradarai oleh Francesca Archibugi) pada hari Rabu tanggal 18 Juni pukul 7.30 malam. Buat yang nggak bisa bahasa Italia, jangan nyerah duluan karena eh karena seluruh film dilengkapi teks bahasa Inggris. Asyiknya lagi, tidak dipungut biaya alias GRATIS! Non-bar yuuuk! Schedule : Wednesday, 18 June 2008 2.15pm LEZIONI DI CIOCCOLATO - Claudio Cupellini, 2007 5.30pm MIO FRATELLO E' FIGLIO UNICO - Daniele Luchetti, 2006 7.30pm LEZIONI DI VOLO - Francesca Archibugi, 2007 Thursday, 19 June 2008 2.15pm LEZIONI DI VOLO - Francesca Archibugi, 2007 5.30pm MIO FRATELLO E' FIGLIO UNICO - Daniele Luchetti, 2006 7.30pm LEZIONI DI CIOCCOLATO - Claudio Cupellini, 2007 Friday, 20 June 2008 2.15pm RICORDATI DI ME - Gabriele Muccino, 2003 5.30pm LEZIONI DI VOLO - Francesca Archibugi, 2007 7.30pm MIO FRATELLO E' FIGLIO UNICO - Daniele Luchetti, 2006 Saturday, 21 June 2008 2.15pm L'ULTIMO BACIO - Gabriele Muccino, 2000 5.30pm L'UOMO PERFETTO - Luca Lucini, 2005 7.30pm LEZIONI DI CIOCCOLATO - Claudio Cupellini, 2007 Sunday, 22 June 2008 2.15pm LEZIONI DI VOLO - Francesca Archibugi, 2007 5.30pm LEZIONI DI CIOCCOLATO - Claudio Cupellini, 2007 7.30pm L'UOMO PERFETTO - Luca Lucini, 2005 Monday, 23 June 2008 2.15pm L'ULTIMO BACIO - Gabriele Muccino, 2000 5.30pm RICORDATI DI ME - Gabriele Muccino, 2003 7.30pm L'UOMO PERFETTO - Luca Lucini, 2005 Tuesday, 24 June 2008 2.15pm MIO FRATELLO E' FIGLIO UNICO - Daniele Luchetti, 2006 5.30pm L'ULTIMO BACIO - Gabriele Muccino, 2000 7.30pm RICORDATI DI ME - Gabriele Muccino, 2003
 | Category: | Movies | | Genre: | Kids & Family |
Pertama, terima kasih buat panitia World Book Day yang memilih film yang diadaptasi dari buku yang berjudul sama. Review buku ini pernah saya tulis di http://ratnasatya.multiply.com/reviews/item/3. Kedua, bagi yang belum membaca buku karya Antoine de Saint-Exupery ini, dengan menonton film ini sudah seakan membaca. Ilustrasi yang ada di buku diangkat ke layar lebar nyaris serupa. Bagi penyuka jazz, film musikal ini cukup memanjakan telinga. Belum lagi aksi atraktif sang ular, serigala, dan bunga mawar - diperankan dengan baik oleh Bob Fosse, Gene Wilder, dan Donna McKechnie. Setting cerita, musik, dan penyuguhan ilustrasi perjalanan Sang Pangeran Kecil secara keseluruhan cukup menakjubkan. Oh, ya, Sang Pangeran Kecil (diperankan oleh Steven Warner) sangat menggemaskan hehehehehe. Bagi anak-anak, cerita ini riang dan menghibur. Bagi orang tua/orang dewasa, perhatikan pesan moralnya. Hmmm, saking atraktifnya adegan per adegan, mungkin agak sulit nempel pesan yang diusung ya.... 
 | Category: | Movies | | Genre: | Comedy |
A must see movie, especially for those.... yang suka dengan kenakalan-kenakalan masa sekolah. Bikin tertawa tanpa henti hingga akhir film! Banyolan khas amerika sih tapi nggak sarkas kayak The Simpsons.
Ini film jadul. Keluaran tahun 1986. Diceritakan si Ferris ini pengen bolos sekolah, lalu dia menciptakan segala tipu daya. Tipu daya yang sempurna hingga.... ouh, kau harus melihatnya sendiri ;) Dengan mengajak dua sahabatnya, dia menikmati hari bolosnya. Tingkahnya ini dicurigai kepala sekolah. Dan mulailah kejar-kejaran antara Ferris cs dan kepala sekolah. Di sisi lain, kakak perempuan Ferris sudah lama mendendam dengan tipu daya-tipu daya Ferris, hanya saja dia tidak bisa membuktikan. Dan kakaknya kali ini berusaha membuktikan, tapi... ouh, kau harus menontonnya sendiri hikhikhik. Males bikin review gini yah :p
Intinya, menonton film ini memang membuat kita terpingkal-pingkal tapi di akhir film ada sesuatu yang bisa dipetik. Tergantung masing-masing penonton juga sih... Dengan ini, saya berterima kasih kepada Guy Consolmagno, sebagai orang yang sepertinya memberi ide untuk nonton bareng film ini di salah satu acara pengisi akhir pekan waktu summer school lalu. Gelo!
PS: ada tips and tricks dari Ferris lho. Gelo pisan lah pokokna! 
 | Category: | Movies | | Genre: | Documentary |
A must see movie! "Should we prepare for other threats besides terrorists?" -- Al Gore Pahitnya kenyataan bahwa peradaban di Bumi terancam karena global warming akibat ulah manusia sendiri diungkapkan oleh Al Gore secara blak-blakan di sini. Dengan bukti nyata pastinya. Alur logikanya juga mengena. Cara penyampaiannya memikat. Kalau boleh saya bilang ini film kampanye lingkungan hidup. Ajakan untuk sadar lingkungan dan mencegah hal yang lebih buruk dari global warming. Yang menghuni Bumi ini ya kita ini, lalu siapa lagi kalau bukan diri sendiri yang merawatnya? Bukan demi siapa-siapa, melainkan demi diri sendiri dan masa depan (generasi mendatang, anak-cucu kita) "You see that pale, blue dot? That's us. Everything that has ever happened in all of human history, has happened on that pixel. All the triumphs and all the tragedies, all the wars all the famines, all the major advances... it's our only home. And that is what is at stake, our ability to live on planet Earth, to have a future as a civilization. I believe this is a moral issue, it is your time to cease this issue, it is our time to rise again to secure our future." Pemecahan masalah ini ada di tangan kita. Dari diri sendiri. Dari hal-hal "kecil" di rumah misalnya. Dan saya rasa political will dari berbagai negara penting juga untuk menangani isu ini :) There are things we can do, absolutely. Please find them in http://www.aninconvenienttruth.co.uk/ hehehe. Even encouraging everyone to see this movie is an act as well :D 
| Start: | May 1, '07 01:00a | | Location: | Ruang Seminar 2 Program Studi Astronomi ITB |
Kelas Filsafat Sains kembali mengadakan acara nonbar -- nonton bareng. Kalau tahun lalu kan The Day After Tomorrow, sekarang An Inconvenient Truth. Sama-sama mengusung tema global warming. Hmm... ngopi sambil nonton. Slrp, slrp. Oi, oi, diskusi!
Di-tag lagi sama Maria di sini. Ya wes... tapi ndak janji bisa sebut satu yaa.1. Name one movie that changed your life.A Beautiful Mind. Dulu aku sering dihantui pikiran sendiri (ketakutan dan kekuatiran) sampai capeeeek banget rasanya. Nggak sampai schizophrenia sih. Dan dari film itu aku belajar untuk menyadari ketakutan dan kekuatiran itu dan menanamkan bahwa mereka cuma ada di kepalaku sendiri, bukan yang sebenarnya terjadi.2. One movie you've watched more than once.Armageddon. Aku paling suka adegan Ben Affleck nyanyi Living on A Jet Plane hehe. Don't Wanna Miss A Thing-nya Aerosmith keren, puisi dalam rock!Film-film-nya Benyamin S., Rhoma Irama, dan Warkop yang sering diputer di TV siang-siang. Masih nggak sih?Baru-baru ini aku berkali-kali nonton Unfolding Universe sambil jaga stand Prodi di acara Open House ITB.3. One movie that you just don’t understand.Dealova. Yaaa gitu deh. Nggak ngerti aja gitu. Nggak sebombastis iklannya. Begitu nonton...Hah? Cuma begini aja? Nggak ada greget sama sekali.Sweet November. Ending-nya yang bikin nggak ngerti. 4. One movie that made you laugh.Rrrrrrrrrrrrr. Gila! Ada gitu ya yang kepikiran bikin film jaman batu kayak gitu hahaha. Suku rambut lurus dan suku rambut gimbal lah, semua orang bernama Pierre lah, tahu-tahu tersesat di Carrefour lah. Ada-adaaaa aja.5. One movie that made you cry.My Sassy Girl, Kuch-Kuch Hota Hai, October Sky.... ah, pada prinsipnya aku ini cengeng. Jadi, kalau nonton film drama yang menyentuh pasti aku menangis, minimal mataku berkaca-kaca deh.6. One movie that creeps the hell out of you.Film horor-nya Susana jaman dulu kali ya. Kan lokasinya di Indonesia. Jadi, aku kuatir aja kalau hantunya nyamperin aku hehehe. 7. One movie you wish had never been made.Wah, ndak ada kayaknya. Biarin aja lah. Terserah mau ada film apa, gimana yang nonton bisa selektif nggak. 8. One movie you've just watched.2001: Space Odissey yang aku tonton sambil jaga stan Prodi di acara Open House ITB juga.9. One movie you've been meaning to watch.2001: Space Odissey karena aku nonton nggak sampai selesai. Sebagai astronom tobat aku jadi penasaran sama film ini. Katanya bikin bosan karena "sunyi" padahal ini film sci-fi yang "benar".10. Now tag five people.Loui, Mei, Bang Ferry, Edy, Mbak Sofie. Eh, kalau dilafalkan semuanya berakhiran "i" ya?
| Category: | Movies | | Genre: | Documentary |
Sebagai astronom tobat, film dokumenter ini membuat saya semakin tobat (semoga istiqomah – konsisten; amien). Pertama, astronom dengan profesinya itu sangat, sangat keren. Dia bisa tahu masa lalu sekaligus memprediksi masa depan alam semesta dari observasi objek-objek langit (dalam film ini bintang dan galaksi) dan dari simulasi komputer/supercomputer. Dia tidak mengenal lelah menangkap sinyal-sinyal dari langit dari hari ke hari untuk tujuan ini.
Kedua, dengan sedikit lebih objektif hehe, saya merasa diajak berumur panjang di samping skala waktu dalam astronomi itu sendiri sangat panjang dan sukar ditemui dalam kehidupan sehari-hari. “If I could live as long as I chose, I will make sure that I will live long enough, 5-7 billions years ahead to see the impending collision between the Milky Way Galaxy and the Andromeda Galaxy…. I would be around when that happened….”
Pada saat yang sama saya juga merasa kecil, tidak berdaya, ketika Matahari di masa depan akan melahap Merkurius, Venus, dan akhirnya Bumi. Seandainya sebelum saat itu tiba teknologi sudah memungkinkan untuk menransfer orbit Bumi ke posisi yang aman, masih ada hal lain yang “mengancam”: tabrakan antargalaksi. Bagaimana nasib Tata Surya saat itu terjadi? Ya, sebenarnya saat kuliah juga disinggung tentang evolusi Matahari dan tabrakan galaksi, tapi mungkin karena melihat visualisasinya jadi lebih terasa efeknya hehe.
Lebih objektif lagi, saya bilang perpaduan antara gambar, musik latar belakang, dan suara narator dalam film ini pas banget sehingga bisa menghanyutkan penonton. Bisa merinding lho. Penjelasan narasumber mudah dicerna dan menggugah, dari gravitasi hingga blackhole, dari katak matang dalam air yang dipanaskan perlahan hingga Matahari memanas dan membesar, dari pembentukan galaksi hingga gerak bintang-bintang di dalamnya, perjalanan Galaksi Milky Way (Bima Sakti) dalam kelompoknya hingga akhir hayatnya. ~~~~~ Catatan: 1. Saya nonton film ini berkali-kali (dan di rumah pun masih nonton lagi) gara-gara jaga stan prodi di Open House ITB hehe. 2. Maaf, saya nggak nemu gambarnya.
 | Category: | Movies | | Genre: | Kids & Family |
Akhirnya saya bisa nonton film Johny Depp yang satu ini....
Lagi-lagi Johny Depp memerankan tokoh berkarakter unik. Kali ini dia menjadi Willy Wonka, pemilik pabrik cokelat yang rasanya ajaib. Tidak ada bekas-bekas cambang, mata liar, rambit awaut-awutan, gigi hitam Jack Sparrow deh. Tengilnya sih masih….hehe.
Dikisahkan Charlie tidaklah lebih beruntung dari anak-anak lain. Dia tinggal di rumah yang sudah miring dan makan sup encer di musim dingin yang menggigit. Keberuntungannya datang ketika dia menjadi salah satu dari lima anak yang mendapat golden ticket – terdapat dalam kemasan batang cokelat Wonka – dan dengan demikian berhak mengunjungi dan melihat-lihat pabrik cokelat Willy Wonka.
Siapa yang nggak ngiler lihat taman cokelat? Sungai dan air terjun dari cokelat leleh. Bunga, buah-buahan, bahkan rumput buatan bisa dimakan. Indah sekali dan…. nikmat! Cukup mengunyah permen karet yang berubah-ubah rasa sehingga kenyang seharian? Naik lift transparan ke segala penjuru pabrik dan melihat proses pembuatan cokelat dan gula-gula? Lift-nya nggak cuma naik-turun lho. Tahu tidak ternyata ada suku bernama Oompa Loompa. Semuanya fantastis! Tapi, siapa sih sebenarnya Willy Wonka? Kenapa dia mengundang lima anak datang ke pabriknya? Oh, pokoknya Charlie lebih beruntung lagi pada akhirnya. Dia memperoleh hadiah yang tidak bisa dibayangkan siapapun. Dan ketika itu dia dihadapkan pada dua pilihan: hadiah atau keluarga. Pilihan yang segera kita ketahui jawabannya namun lanjutannya tak terduga.
Ya, inilah perwujudan visual dan audio dongeng; dongeng anak-anak lengkap dengan nyanyian dan tarian. *****
Catatan: Kata Willy Wonka cokelat bisa memicu hormon tertentu yang memberi perasaan dicintai :) Untuk para orang tua, mungkinkah Anda salah satu dari orang tua lima anak tadi? 
 | Category: | Movies | | Genre: | Kids & Family |
Pulang dari kosan teman selepas Maghrib. Malam Minggu, no wakuncar, males hang out (alah, kemana sih? paling nggak jauh-jauh dari BIP dan Gramedia), paling nonton Extravaganza deeeh (mana ada Desta lagi!). Eh, ternyata ditawarin nonton Raise Your Voice. Yuuuk.
Film ini sangat, sangat tipikal film keluarga. Film keluarga lurus tentu saja. Dua anak manis, tante yang penuh perhatian, tinggal di kota kecil yang tenang. Terri Fletcher (diperankan oleh Hilary Duff, manis banget dia di sini *luv*) dianugerahi suara yang indah. Dia juga senang menyanyi dan menulis lagu sendiri sejak kecil. Dia berniat ikut sekolah musik di LA saat libur musim panas nanti. Sayang, ayahnya, hanya ayahnya, tidak menyetujuinya.
Tragisnya, kakak laki-lakinya yang mendukung penuh -- sampai-sampai mengirimkan CD rekaman waktu Terri menyanyi -- meninggal karena kecelakaan. Dibayang-bayangi perasaan bersalah karena merasa punya andil atas meninggalnya sang kakak tersayang, Paul, namun didukung penuh tante dan ibunya, berangkatlah Terri ke LA.
Di situlah, sebagai cewek dari kota kecil lalu hijrah ke LA, dia dengan menjadi dirinya sendiri berbaur dengan teman-temannya yang umumnya ambisius, menemukan kekasih dan sahabat-sahabat baru, dan berusaha menghadapi trauma meninggalnya Paul.
Sikap tidak mendukung ayahnya apalah artinya kalau dibandingkan dengan pengorbanan kakak, dukungan ibu, bantuan tante, kekasih yang pengertian (dan ganteng haha), serta guru-guru yang suportif? Jalan meraih impian -- sekaligus penemuan diri -- yang sangat efektif. Filmnya mungkin terlalu "lurus" tapi, IMHO, musik dan lagu yang ditampilkan di film ini, tidak hanya oleh Terri, lumayan lho :) Malah, di bagian akhir ditampilin utuh oleh si bintang utama. 
   | Sky High | Jan 29, '07 1:25 AM for everyone |
 | Category: | Movies | | Genre: | Comedy |
Ketiga, Sky High. Lho, keduanya mana? Ada, War of the World, tapi nontonnya nggak tuntas karena CD-nya rusak, jadi nggak saya tulis review-nya. Nah, WotW ini lho yang saya bilang banyak menuai celaan dari penonton (saya dan teman-teman tentunya).
OK, film ini, lumayan lah kalau untuk hiburan. Idenya boleh juga, tentang sekolah (setara SMA?) untuk anak-anak yang punya kekuatan manusia super. Sekolahnya sendiri berada di atas awan dengan memberdayakan teknologi antigravitasi.
Cerita bermula ketika hari pertama Will, anak superhero Commander (Mr. Stronghold) dan Jetstream (Mrs. Stronghold), dan teman-temannya masuk sekolah di Sky High. Di sekolah ini anak-anak yang baru masuk menjalani tes seleksi untuk menentukan kelas mana yang akan dimasuki: heroes atau sidekicks (hero supports - geeks). Will, sebagai anak dari orang tua yang dua-duanya superhero, mengejutkan banyak orang karena dia masuk sidekicks karena tidak bisa menunjukkan kekuatannya.
Menjadi bulan-bulanan murid-murid dari kelas heroes, membuat mereka dekat dan akrab dan akhirnya memunculkan kekuatan Will yang sesungguhnya. Bersama-sama mereka bertahan di Sky High dan akhirnya menjadi pahlawan yang menyelamatkan segenap warga Sky High. Namanya juga kisah remaja, pastilah ada bumbu-bumbu love n jealousy begitu deh. Lucu, Warren yang semula bermusuhan dengan Will, malah jadi dekat dengan anak-anak sidekicks dan sempat jadi semacam konsultan cinta antara Will dan Layla. That's high school.
Dan, bisa ditebak, siapa yang sebenarnya paling berbahaya? Pacar sendiri. Pesan moral: satu, mengkelas-kelaskan orang? don't!; dua, don't judge a book by its cover apalagi cuma dari siapa keturunan siapa hehehe. 
 | Category: | Movies | | Genre: | Horror |
Akhir pekan lalu, bosan, nginep di kosan teman, nonton, nonton, dan nonton. Dari yang serem, lucu, sampai yang serius (tapi tak luput dari celaan penonton-penonton yang kritis :p).
Pertama, Dark Water. Tadinya nggak mau ikutan nonton soalnya udah tahu itu film horror - saya nggak suka genre ini. Tapi, nggak enak rasanya sendirian di kamar sementara teman saya itu nonton di kamar sebelah. Nonton TV juga nggak jelas acaranya apa. Jadi, saya ikutan nonton.
Ternyata nggak ada serem-seremnya. Sungguh. Saya mengira saya bakal menutup mata atau berlindung di balik punggung teman saya kalau adegannya mulai menegangkan atau paling parahnya histeris. Yah, mungkin faktor kualitas gambarnya nggak bagus (baca: CD-nya sepertinya bajakan). Gelap. Alih-alih serem, wong kami malah sibuk memfokuskan mata, melebarkan pupil, biar bisa melihat gambar sedikit lebih jelas. Tetep kok, nggak serem memang. Musiknya juga nggak memprofokasi bulu roma meremang.
Jadi, menurut saya film ini lebih ke drama. Drama kehidupan Dahlia Williams dan anak tunggalnya, Cecilia, setelah bercerai kemudian pindah ke apartemen di Roosevelt Island. Malangnya, apartemen yang dihuninya "berhantu." Dari awal transaksi apartemen dia sudah mulai terganggu dengan sikap Veek, penjaga apartemen, yang berkesan kurang bertanggung jawab karena membiarkan pintu ke atap terbuka. Lalu, sikap posesif yang aneh dari Cecilia tatkala menemukan tas Hello Kitty di atap. Ketika diputuskan tidak jadi menyewa apartemen, si kecil Cecilia malah keukeuh minta tinggal di situ saja. Ibunya mengalah dan mulailah "teror" air hitam mulai. Dipikirnya bocor biasa. Tanggapan Veek dan pemilik/makelar apartemen yang kurang membantu, perilaku "aneh" Cecilia yang menjadi-jadi, keributan anak-anak yang mengganggu, pengakuan suaminya yang mengatakan Dahlia mempunyai gangguan kejiwaan yang mempengaruhi anaknya, serta ingatan akan ibunya yang mengabaikannya membuat kondisi Dahlia semakin tertekan. Apakah ini semua hanya halusinasi?
Ternyata semuanya tadi itu seperti petunjuk-petunjuk dari "sesuatu" yang tidak bisa dilihat untuk memecahkan misteri dan petunjuk-petunjuk itu seperti tidak berhubungan. Meski permasalahan sudah terpecahkan, Dahlia masih diuji sebagai seorang ibu. Begitulah kesimpulan film ini: pengorbanan seorang ibu demi anak, bahkan kalau pengorbanan itu berupa nyawanya sendiri. Pesan moral eksplisit: jangan sampai mengabaikan anak hehehe. 
 | Category: | Movies | | Genre: | Action & Adventure |
Ini pertama kalinya saya nonton film tentang agen 007. Film-film sebelumnya yang judulnya berkisar antara "Die" dan "Day" nggak menarik minat saya. Brosnan dengan tampang playboy-nya membuat saya enggan (padahal dulu saya suka nonton dia di serial Remington Steel).
Yaa, secara keseluruhan, Daniel Craig sebagai James Bond dalam Casino Royale memberi image baru buat saya. Action-nya cowok banget walaupun nyaris nggak masuk akal lompat-lompat dari gedung tinggi kemudian lari nggak ada selesainya. Ya, Mr. Bond tampak lebih macho dan bukan flamboyan. Saya jadi ingat film-film action Van Damme gitu hehehe. Sayangnya, jadi banyak adegan kekerasan deeh :( Yah, standard film Bond adalah adegan intim dengan cewek... No comment deh. Tapi, sepertinya lebih manusiawi kisah di baliknya. Saya menilai begini berdasarkan adegan Lynd ketika shock karena baru saja melihat pembunuhan lalu Bond berusaha menenangkannya. Jadi agak-agak romantis deh hehehe. Ketegangannya juga berlapis-lapis. Saya pikir masalah sudah terpecahkan ternyata dibalik musuh dan masalah ada musuh dan masalah lagi dan seterusnya.
Yang membuat saya senang lagi adalah view Eropa dan Bahama. Terutama Eropa sih. Wuiih, kastil, jalanan ber-pavingstone dengan kursi-kursi kafe di tepinya, sungai yang membelah kota, rumah di tepi laut, daaaan laut hijau tosca! Bikin saya pengen pulang kampung ke salah satu negara di Eropa sana (halah!).
Pokoknya, kalau ingin image baru James Bond, coba deh nonton Casino Royale. Eh, tampang Bond inggris banget yak. Ya iyalah, Daniel Craig kan aktor kelahiran Cardiff, Inggris :p 
| |