Ratna's posts with tag: dorama

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag dorama
ReviewReviewReviewDorama: Nodame CantabileAug 16, '07 1:03 AM
for everyone
Category:Other
Begini nih kalau mahasiswa sesat. Sudah dapat laptop baru yang pertama di-install adalah codec biar bisa membuka file dvd dorama Nodame Cantabile dan menikmatinya 2 malam berturut-turut.

Siapa sih Nodame? Bagi yang berhobi membaca komik dan/atau nonton anime, nama ini mungkin sudah tak asing lagi. Nodame itu kependekan dari Noda Megumi. Begitulah si Megumi Noda (Megumi = nama benarnya, Noda = nama keluarganya), mahasiswi akademi musik, menyebut dirinya sendiri. Cewek ini jorok banget dan aneh. Malas buang sampah sampai-sampai kamarnya seperti TPS. Jarang mandi dan gemar memakai baju yang sama berhari-hari. Suka banget makan. Kalau sudah berhubungan dengan makanan, semangatnya akan menyala. Suka mengeluarkan kata-kata aneh seperti gyaboo dan mukya. Bercita-cita menjadi guru TK padahal... yah, apakah kamu bisa membayangkan seorang Nodame bisa menjadi guru? Tapi, di balik itu semua dia jenius dalam hal memainkan piano. Sekali mendengar musik dia bisa memainkannya dengan baik. Beberapa orang menganggapnya bodoh karena tidak bisa membaca partitur dan bermain asal.

Orang pertama yang bisa "membaca" permainan piano Nodame adalah Chiaki Sinichi, senior Nodame di akademi yang sama. Walaupun disebut senior mereka berdua tidak saling kenal sampai kejadian tak sengaja yang mempertemukan mereka berdua. Kejadian yang "nggak banget deh". Chiaki pulang mabuk dan tertidur di depan pintu apartemennya kemudian dipungut Nodame. Ternyata mereka ini bertetangga! Aneh, bertetangga kok nggak kenal....

Chiaki itu tipe cowok sempurna: ganteng, kaya, pinter banget. Dari jurusan piano (padahal jago bermain biola!), dia akan pindah ke jurusan konduktor. Semua cewek, nggak muda nggak tante-tante, mengidolakannya. Cuma Nodame saja yang telat menggilainya hahaha. Ibarat kata, kalau dihadapkan Chiaki atau bento, Nodame akan memilih bento deh. Kekurangan Chiaki cuma satu, terlalu sempurnanya tadi. Kadang-kadang membuatnya tak punya hati untuk menyelami perasaan orang lain. Yang di kepalanya cuma musik, musik, dan musik!

Dorama ini sangat komik banget. Kalau di komik kadang-kadang penggambarannya kan ekstrim. Misal, kepala dipukul lalu muncul benjolan segede jeruk medan. Nah, di dorama ini juga begitu. Jadi, saya pikir dorama ini pada kadar tertentu menampilkan adegan kekerasan. Gyabon! Kalau sampai ditayangkan di TV Indonesia, saya harap jam tayangnya setelah jam anak-anak tidur.

Lepas dari adegan kekerasan dan yang tidak masuk akal, masih ada unsur-unsur humanis khas dorama Jepang. Pertemuan, interaksi, dan friksi antar tokoh membuat perubahan positif seperti misalnya Nodame mulai serius bermain piano, Chiaki yang akhirnya bisa mengatasi traumanya naik pesawat, Mine yang bisa lulus ujian biola dan Etou-sensei yang tidak lagi menggunakan harisen (kipas besar) untuk mengajar (baca: menghajar) murid-muridnya yang dianggap salah.

Pas nonton seri pertama, saya merasa aneh dengan akting pemeran-pemerannya. Karena bukan pemain piano betulan jadi tidak luwes menekan tuts piano dan gerak bahu dan punggungnya juga tidak mendukung? Tokoh orang Eropa (Franz Stresseman dan Elize) yang tetap memakai aktor dan artis Jepang terasa janggal. Tapi, yah, maklum sih. Merriam Bellina aja kan memerankan tokoh wanita bule (atau indo ya?) di salah satu film Indonesia? Saya lupa film apa, pokoknya yang bareng Mathias Muchus dan Ria Irawan :p Pasti karena masalah teknis banget kan? Apalagi porsinya banyak, bukan cuma lewat dan ngomong sepatah dua patah kata.

Yah, begitu deh. Nonton dorama ini tidak cuma bisa bikin (saya) tertawa-tawa, tapi juga termenung dan terharu. Banyak adegan dan cerita dipotong dari komik dan animenya. Ini nggak masalah buat yang belum pernah baca komik atau nonton animenya. Berhubung saya sudah baca komik dan nonton animenya yaa jadi pas nonton itu membanding-bandingkan ketiganya gitu termasuk apakah pemerannya sesuai dengan imej dalam komik/animenya atau tidak. Lucunya, kata-kata dalam dialog ketiganya sama. Saya sampai hapal. Ya iya lah... Mukiiiiii! Hya ampyun, lupa, komik-anime-dorama Nodame Cantabile ini penuh musik klasik! Gara-gara baca komiknya saya jadi penasaran musik-musik yang diceritakan itu kayak gimana. Beethoven, Mozart, Schubert, Schumann, Rachmaninov, Gershwin, Chopin.... dan nama-nama yang baru kudengar (dan kulupa lagi :p).


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help