Ratna's posts with tag: astrofer
Belajar menulis... sudah lama nggak nulis... Daya konsentrasi menurun, kecepatan membaca juga menurun Apa yang tidak turun? Emosi jiwa  ~~~~~ Selama ini awan menjadi semacam penghalang bagi satelit untuk mendeteksi bagian terdasar dari atmosfer Bumi. Namun, ada hikmah dibaliknya. Kendala ini justru menjadi pusat perhatian karena bagaimanapun awan turut berperan dalam iklim Bumi. Polusi telah lama diamati berkaitan dengan awan. Afternoon Constellation atau umumnya disebut A-Train, serangkaian satelit yang beriringan serupa konstelasi mengorbit Bumi, berupaya mencari kaitan antara awan, polusi, dan curah hujan.  Ilustrasi bagaimana satelit-satelit yang tergabung dalam Afternoon Constellation terbang dalam formasi selama mengelilingi dan mengobservasi Bumi (sumber: NASA). Kaitan antara hujan dan polusi berhasil "dibaca" berkat pengukuran yang hampir simultan dari satelit-satelit A-Train. Pertama, satelit Aura mengukur kandungan karbon monoksida di dalam awan. Adanya zat ini mengindikasikan adanya asap dan aerosol lainnya yang biasanya berasal dari sumber emisi, misalnya kebakaran lahan pertanian. Kemudian satelit Aqua yang mampu membedakan mana awan yang terpolusi dan mana yang masih bersih melanjutkan tugas. Piranti Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer yang dimilikinya mempelajari bagaimana partikel es berubah ukuran ketika aerosol polutan terkandung dalam awan. Sementara itu, satelit Tropical Rainfall Measuring Mission milik NASA mengukur jumlah presipitasi (bisa berupa hujan, salju, ataupun es) yang jatuh dari awan baik yang sudah tercemar maupun yang masih bersih. Tim Jonathan Jiang (NASA's Jet Propulsion Laboratory) mendapati bahwa awan yang tercemar mengurangi jumlah curah hujan selama bulan Juni-Oktober (musim kering) di Amerika Selatan. Pada bulan-bulan ini juga sering terjadi kebakaran lahan. Selama periode tersebut partikel-partikel es yang kecil di dalam awan yang tercemar sulit untuk tumbuh cukup besar dan menjadi hujan.Para pakar juga mengemukakan bahwa dinamika skala besar dan hujan yang membersihkan udara dari partikel aerosol turut berperan. Rumitnya kaitan antara aerosol dan awan menimbulkan kesulitan yang belum bisa dipecahkan oleh instrumen selama ini. Namun, jika parameter-parameter dari berbagai satelit dikumpulkan dan ditelaah, akan lebih banyak informasi yang bisa ditarik dibandingkan jika menggunakan instrumen tunggal. Selaras dengan perkataan "banyak kepala lebih baik dari satu kepala", hmm?
| |
|