Sebagai pengamat karya-karya Astrid Lindgren, saya menemukan suatu pola yang khas Na'. Buku-buku yang dia tulis pada awal-awal itu "nakal", ceria, penuh canda tawa, dan kebanyakan setting-nya kejadian sehari-hari.
Semakin Astrid tua, dia makin kontemplatif. Mulai dari Ronya, Brothers Lionheart, sampai Mio Anakku ini. Sepertinya Astrid mulai banyak merenung tentang kematian dan kehidupan setelah kematian. Jadi, warna tulisannya beda banget sama buku-buku yang lain.
Tapi dua warna ini tetep ... TOP! (ohhh ... Swedia, aku merindukanmu hehehehehe)