ReviewReviewReviewReviewAntara Perempuan dan Pria (Mata Giok)Jul 3, '08 1:48 AM
for everyone
Category:Other
Prolog: Maaf, ya, juragan kebab Kareem, kali ini aku tidak me-review bukumu, tapi mereview salah satu adegannya saja hihihihihi.
~~~~~
Membaca Mata Giok-nya Diane Wei Liang, seseru menikmati gerak-gerik Sherlock Holmes mengintai pelaku kejahatan. Tapi, masih belum semisterius dan bikin penasaran plus merinding novel-novel misteri tulisan Agatha Cristie sih... tapi ada yang tidak ada di kisah keduanya (sepanjang yang pernah aku baca), yaitu sisi kejiwaan sang detektif dalam memandang hidupnya sendiri (hubungan keluarga, asmara, dan ideologi).

Nah, ada satu bagian yang menyentilku. Tentang hubungan yang melibatkan hati antara perempuan dan pria. Pernyataan-pernyataan dan juga pertanyaan yang serupa dengan yang pernah aku bahas dengan teman-teman perempuanku. Sayangnya "simpulannya" agak nggantung, tapi mungkin memang semestinya begitu - "Aku tahu kau tidak akan mengerti..." - tanpa perlu dipertanyakan lagi.
~~~~~

Mereka duduk di salah satu bangku.

"Aku merasa tidak pernah cukup bagimu," kata Yaping. "Kau selalu membuatku inferior. Tak peduli seberapa keras aku berusaha, standarmu selalu lebih tinggi."

"Oh, jadi itu salahku?"

"Bukan, itu salahku. Aku begitu muda dan tidak percaya diri, seorang pemuda dari selatan, anak kota kecil. Aku mudah tersinggung."

Yaping menghela napas panjang. Bahunya melemas.

"Kemudian aku bertemu istriku. Tidak, seharusnya aku bilang mantan istriku, di pesawat menuju Chicago. Dan yang membuatku kaget, dia mendekatiku. Kuduga dia berpikir bahwa aku memiliki sesuatu yang berharga. Dan tebak apa? Aku menyukainya. Itu adalah kesempatan yang bagus, untuk dikejar, dan tidak perlu merasa harus membuktikan kepada diriku sendiri. Dan, pasti terdengar bodoh, aku suka merasa dibutuhkan. Kau tak pernah membutuhkan aku atau orang lain. Biasanya aku merasa tak berguna di dekatmu. Dan kadang-kadang kau menarik diri. Aku tak bisa meraihmu. Sepertinya kau ingin mendorongku menjauh. Apakah tak beralasan bagi seorang pria, ingin merasakan keintiman, untuk merasa ingin menolong dan melindungi wanita yang ia cintai?"

"Kau lebih memilih bersama seseorang yang lemah?"

"Tidak, bukan begitu maksudku. Aku adalah seorang lelaki, kau mengerti? Seharusnya aku menjadi pelindungmu."

"Aku bisa menjaga diriku sendiri."

"Aku tahu kau tidak akan mengerti."


mmlubis wrote on Jul 3
Maaf, ya, juragan kebab Kareem, kali ini aku tidak me-review bukumu, tapi mereview salah satu adegannya saja hihihihihi.
hahaha ... nggak apa-apa.

btw, pengalaman pribadi ya? sama si "emil" bukan? hihihiiiiiiiiiiii
mmlubis wrote on Jul 3
btw lagi na', rajin banget pake diketik ulang. padahal minta digitalnya aja ke aku, bagian sekian, gitu.

hihihiii
ratnasatya wrote on Jul 3
mmlubis said
btw, pengalaman pribadi ya? sama si "emil" bukan? hihihiiiiiiiiiii
hmmm, bukan emil dalam tanda petik sih, melainkan orang lain yang sepertinya sudah keluar dari hutan papua dan kembali ke rimba beton jakarta ...
ratnasatya wrote on Jul 3
mmlubis said
btw lagi na', rajin banget pake diketik ulang. padahal minta digitalnya aja ke aku, bagian sekian, gitu.

hihihiii
ah, aku takut mengganggu yang sedang sibuk mempersiapkan hajatan minggu depan dan sedang dikejar deadline hihihihihi ;)
gpp, kok, ums, sambil menulis sambil meresapi :p
Add a Comment
How would you rate this thing? (optional)
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help