ReviewReviewReviewDark WaterJan 29, '07 12:10 AM
for everyone
Category:Movies
Genre: Horror
Akhir pekan lalu, bosan, nginep di kosan teman, nonton, nonton, dan nonton. Dari yang serem, lucu, sampai yang serius (tapi tak luput dari celaan penonton-penonton yang kritis :p).

Pertama, Dark Water. Tadinya nggak mau ikutan nonton soalnya udah tahu itu film horror - saya nggak suka genre ini. Tapi, nggak enak rasanya sendirian di kamar sementara teman saya itu nonton di kamar sebelah. Nonton TV juga nggak jelas acaranya apa. Jadi, saya ikutan nonton.

Ternyata nggak ada serem-seremnya. Sungguh. Saya mengira saya bakal menutup mata atau berlindung di balik punggung teman saya kalau adegannya mulai menegangkan atau paling parahnya histeris. Yah, mungkin faktor kualitas gambarnya nggak bagus (baca: CD-nya sepertinya bajakan). Gelap. Alih-alih serem, wong kami malah sibuk memfokuskan mata, melebarkan pupil, biar bisa melihat gambar sedikit lebih jelas. Tetep kok, nggak serem memang. Musiknya juga nggak memprofokasi bulu roma meremang.

Jadi, menurut saya film ini lebih ke drama. Drama kehidupan Dahlia Williams dan anak tunggalnya, Cecilia, setelah bercerai kemudian pindah ke apartemen di Roosevelt Island. Malangnya, apartemen yang dihuninya "berhantu." Dari awal transaksi apartemen dia sudah mulai terganggu dengan sikap Veek, penjaga apartemen, yang berkesan kurang bertanggung jawab karena membiarkan pintu ke atap terbuka. Lalu, sikap posesif yang aneh dari Cecilia tatkala menemukan tas Hello Kitty di atap. Ketika diputuskan tidak jadi menyewa apartemen, si kecil Cecilia malah keukeuh minta tinggal di situ saja. Ibunya mengalah dan mulailah "teror" air hitam mulai. Dipikirnya bocor biasa. Tanggapan Veek dan pemilik/makelar apartemen yang kurang membantu, perilaku "aneh" Cecilia yang menjadi-jadi, keributan anak-anak yang mengganggu, pengakuan suaminya yang mengatakan Dahlia mempunyai gangguan kejiwaan yang mempengaruhi anaknya, serta ingatan akan ibunya yang mengabaikannya membuat kondisi Dahlia semakin tertekan. Apakah ini semua hanya halusinasi?

Ternyata semuanya tadi itu seperti petunjuk-petunjuk dari "sesuatu" yang tidak bisa dilihat untuk memecahkan misteri dan petunjuk-petunjuk itu seperti tidak berhubungan. Meski permasalahan sudah terpecahkan, Dahlia masih diuji sebagai seorang ibu. Begitulah kesimpulan film ini: pengorbanan seorang ibu demi anak, bahkan kalau pengorbanan itu berupa nyawanya sendiri. Pesan moral eksplisit: jangan sampai mengabaikan anak hehehe.


Add a Comment
How would you rate this movie? (optional)
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help