Ini salah satu efek nodame, efek setelah mengikuti komik, anime, dan dorama Nodame Cantabile. Apakah itu? Nonton resital piano. Penasaran seperti apa. Yap, malam minggu lalu saya isi dengan nonton resital piano oleh Alpin Limando. Tenang, tenang, belum di hall somename somewhere. Di auditorium CCF Bandung dengan tiket pelajar (Rp 10.000,00). Semula saya pikir, seperti dalam Nodame, ada dress code (baca: pakaian formal) untuk menonton resital. Tapi, ketika saya tanyakan pada teman yang saya anggap lebih tahu, dia cuma komentar, "di CCF ini, nyantai saja. Belum di hall kan?" Ya sudah. Saya setengah nurut. Kenapa saya bilang setengah? Karena masih takut salah kostum, saya tetap berkostum rapi (versi saya) meski belum bisa dikatakan formal: jeans dipadu tunik serta sepatu berhak. Ternyata teman saya benar 100%! Ya sudahlah nggak apa-apa. Nggak ngaruh ini :p
Jadi, Alpin, yang telah memenangi beberapa kompetisi piano dan tampil di sejumlah konser dan berkolaborasi dengan pianis dalam dan luar negeri, mengawali resitalnya dengan Ravael - Le Tombeau de Couperin. Prelude-Forlane-Rigaudon. Kemudian disusul dengan Beethoven - Sonata Op.28 in D Major (allegro, andante, scherzo-trio, rondo). Saya menduga pilihan ini untuk menunjukkan kemampuan teknik demi melihat kecepatan sekaligus gemulai jari Alpin menari di atas tuts piano. Murni dugaan karena saya tidak punya pengetahuan mengenai ini. Sama sekali tidak punya. Pada sesi intermission Alpin mempersembahkan berturut-turut Chopin - Ballade Op.23 in G Minor, Liszt - Lieberstraum, dan Chopin - Scherzo Op.31 in B-flat Minor. Nah, sekali lagi saya menduga mungkin itu favorit dia, terutama yang Chopin. Nggak tahu ya. Namanya juga dugaan. Bisa meleset banget tuh. Soalnya Chopin bikin jantungan. Nggak lagi denger pake kuping tapi juga jantung hikhikhik. Soalnya denyutan jantung serasa naik turun sesuai alunan musik. Sssssaaaaah. Nggak juga kali ya. Karena udah "merasuk" aja kali ya setelah 2 pemanasan di depan. Heuh, sayangnya beberapa saat menjelang Liszt usai terdengar dering telepon. Saya pikir saya salah dengar karena deringnya seperti telepon rumah. Tapi, makin lama makin keras. Orang-orang menggerutu. Untungnya tidak ada sepatu-sepatu berterbangan. Sudah diingatkan untuk me-non-aktifkan nada dering HP kok ya masih ada saja yang lupa. Suara pengumumannya memang nggak begitu jelas sih.
Well, saya nggak bisa berkomentar tentang musiknya sendiri karena, sekali lagi, saya nggak punya pengetahuan musik yang memadai. Apakah 1.5 jam melihat resital cukup berharga? Hmm, paling tidak saya sudah memenuhi rasa penasaran saya.
 | HOO saya juga nonton recitalnya.. emang nyebelin waktu ada suara telepon itu.. orangnya nggak cepet diangkat lagi.. untungnya Alpin Limando udah profesional kali yaa jadi ngeganggu permainannya |
 | Wwwooowwo! Aku juga nonton tuh! Keren ya--- Sama dong...sebetulnya diajakin temen dan memang suka piano dan memang penggemar NODAMEE!!! Jadilah...tambah jatuh hati sama piano! |
| |
|